Ngga tau kenapa, aku tertarik banget ma hutan. Ngliat pohon-pohon dan semak-semaknya. Berasa hidup di negeri khayalannya J.J Tolkien. Jadi pas jalan lewat hutan aku selalu nyempatin buat ngefoto. Siapa tau bisa buat cerita anak cucu besok; "Nak, dulu kita punya banyak hutan lho." ----duh, moga-moga engga deh. Harapannya malah hutan haruse nambah di Indonesia.
Nah, bagian tersulit dari ngefoto hutan ala ala amatiran kayak aku, adalah pas diliat di layar komputer hasile ngga bagus. Suasananya beda ma aslinya tadi. Ya iyalah, udaranya juga beda, ngga ada suara binatang-binatangnya...hm, bukan itu kamsudku.
Ada tips yang aku dapet dari ngebaca bukunya Scott Kelby (I swear, ini buku bagus banget! Recomended). Pas mau ngefoto hutan, kita ini mau cerita apa?
Cerita drama koreya yang belum rampung. halah,,
ARtinya setiap foto yang bagus adalah foto yang bisa bercerita. Kita mau ngefoto: titik fokusnya dimana Vroh?
Mau nonjolin daunnya? apa susunan vertikal batang pohon? atau semak-semaknya (yang berarti harus dengan latar rendah)?
ini contoh foto asal-asalan yang aku bikin :
dibuat dengan prosumer, mode otomatis, soale keburu dilindes kendaraan lain kalo kelamaan berenti
Ada temen kerja yang komen : "itu di Korea Mbak?" ---mungkin dia sepanjang sisa harinya dihabiskan buat ngejar tamatnya drama Korea--- padahal ini hutan jati yang meranggas di musim kemarau, di jalan pulang yang biasa kami lewati.
Apapun itu, yang terutama kalo banyak berlatih pasti bikin makin perfect.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar