Jumat, 13 Juni 2014

Lirik : Oasis - Stop Criying Your heart Out

Artist: Oasis Lyrics
Album: Track 4 on Heathen Chemistry
Producer : Oasis
Label : Big Brother
Genre : Britpop
Writer(s) : Noel Gallagher
Format : CD single
Released : 17 May 2002
Length : 5:02

Hold up
Hold on
Don't be scared
You'll never change what's been and gone

May your smile (may your smile)
Shine on (shine on)
Don't be scared (don't be scared)
Your destiny may keep you warm

'cause all of the stars
Have faded away
Just try not to worry
You'll see them some day
Take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

Get up (get up)
Come on (come on)
Why you scared? (I'm not scared)
You'll never change
What's been and gone

'cause all of the stars
Have faded away
Just try not to worry

You'll see them some day
Take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

'cause all of the stars
Have faded away
Just try not to worry
You'll see them some day
Just take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out

We're all of us stars
We're fading away
Just try not to worry
You'll see us some day
Just take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out
Stop crying your heart out
Stop crying your heart out
Stop crying your heart out


beberapa hari ini saya ingat lagu lawas yang dulu sempat saya dengar saat SD. Saya suka lagu ini, bagi saya intinya adalah jangan terlalu emo, jangan kebawa perasaan. Segalanya akan baik-baik saja. Lagu ini pernah di daur ulang ma seorang penyanyi cewek dari Amerika, dan bagi saya sih ngga pas. Lagu ini tetap punya Oasis. 

Aslinya ngga semua lagu rock meneriakkan kepedihan dan kebencian. Beberapa bener dengan lirik yang bagus. Misal kayak Far away-nya Nickelback, disitu kalian bisa ngrasain seseorang yang mohon-mohon banget agar kekasihnya balik dengan lirik yang penuh cinta. Always-nya Bon Jovi juga hampir semua orang setuju itu lagu rock cinta terbaik.  

Sabtu, 07 Juni 2014

Belajar dari Mantan


Banyak orang malas mengingat mantan-mantan mereka. Baik itu mantan isteri, mantan kekasih, mantan tunangan dsb. Yahh jujur saja, mungkin banyak hal yang menyakitkan untuk dikenang. Itu bukan salah dia, saya bisa bilang, pilihan ada di anda. Mau mengakhiri hubungan dengan bijak atau dengan dendam. 

Proses pemutusan hubungan terkadang menyakitkan. Meski di depan dia kita tegar dan saling berjabat tangan tapi perlu beberapa hari untuk meratap. Setelah lewat proses itu, kita belajar untuk lebih baik dalam membina hubungan.

Ya. Saya bukan orang yang stuck pada satu orang. Saya ingat saya banyak belajar pada mantan kekasih kakak saya. Hehe...dia memperlakukan saya dengan spesial. Waktu itu saya masih muda, tapi saya tahu bagaimana kebanyakan teman pria saya. Satu hal yang saya ingat dan seterusnya jadi kebiasaan saya, adalah saat memboncengkan saya, dia hampir tidak pernah ada di depan zebra cross saat lampu merah. Sang kakak berhenti di bawah pohon rindang atau di depan trotoar toko yang beratap. Saya yang waktu itu kebingungan bertanya. Jawabnya sangat simpel, "Saya ngga mau kamu kepanasan, lebih baik kita bersabar sebentar daripada kepanasan." dia seperti kakak lelaki bagi saya. Saat makan bersama, selalu menawari saya duluan makan, women first, hal yang tidak pernah terjadi di keluarga saya. Membukakan pintu bagi kakak saya. Dia memberi nasehat pada saya, yang tidak pernah saya dengar sebelumnya, "kamu sebenarnya cantik, tetapi kamu tidak pernah mau tahu." Kalimat yang sangat berarti di saat sebagian besar remaja mengalami krisis kepercayaan diri. 

Pernah juga saya mengalami hubungan yang sangat menyakitkan. Saya ingat dulu betapa saya tergila-gila, sampai akhirnya dihadapkan kenyataan bahwa saya tidak bisa memilikinya. Suatu titik saya tersadar bahwa dia bukan orang yang layak untuk saya perjuangkan. Sekarang saat mengenangnya, saya bisa mengingat dengan bangga, bahwa saya kuat, saya mampu melewatinya. Saya tidak membiarkan diri saya terbawa emosi dan bertindak bodoh. Saat itu bisa terbesit bahwa, ya, saya sayang dia, tetapi saya harus lebih sayang pada diri saya. Saya mengambil keputusan tepat dengan tidak membiarkan diri saya menderita karena satu pria. Bukan, Bukan pria itu yang salah, yang salah adalah saya yang terlalu emosional. Semuanya baik, pria itu baik, waktu itu tepat, hanya perasaan saya yang salah. Sekarang saya masih memakai kebiasannya, yang selalu mengingatkan saya makan tepat waktu, berpakaian pantas, tidak balapan liar lagi. Tetapi saya melakukannya bukan karena dia lagi. Karena saya sayang pada diri saya sendiri. 

Saya punya banyak teman-teman pria. Saya belajar melindungi dengan ala mereka. Saya ingat saat habis kumpul, saya sebagai perempuan selalu dikawal sampai rumah atau paling tidak sampai depan gang. Saya belajar bahwa pikiran mereka sangat sederhana, yang sudah ya sudah, sehabis berantem, makan bareng itu biasa.

Mantan tidak selalu menyakitkan. Tidak ada orang yang sempurna. Tapi semua orang itu berbeda dan masing-masing tidak ada yang sama. Jangan mencari kebaikan yang sama dari mantan dengan kekasih yang sekarang. Anda pun tidak mau diperlakukan sama. Kegagalan suatu hubungan adalah hal yang biasa. Anda hanya perlu diam dan cari tahu mengapa gagal, apa yang salah dan bagaimana ke depannya supaya lebih baik.




Ingat apa cita-cita masa kecilmu?

Apakah pekerjaan yang kamu miliki sekarang sesuai cita-citamu?

Di tengah-tengah padatnya rutinitas, suatu ketika saya berhenti, menarik nafas dan tersadar...saya terlalu sibuk. Saya pulang, mandi dan berdandan sebaik mungkin, bukan untuk bertemu orang tetapi untuk diri saya sendiri. Ya, saya bahkan lupa kapan terakhir saya berdandan untuk diri saya sendiri. Karena semua serba terburu-buru. Saya pakai baju favorit saya, one piece yang hampir-hampir tak pernah saya keluarkan dari lemari. Bukan karena saya sayang memakainya tetapi karena saya tidak punya acara santai untuk bisa memakainya!

Saya hentikan motor saya di depan toko buku dan berjalan-jalan menyusuri buku. Tidak ada yang saya beli. Tapi di depan rak alat lukis, hati saya diam. Dulu, cita-cita saya adalah menjadi komikus. Sewaktu SMA saya senang karya saya muncul di mading dan majalah sekolah. Lalu saat komik singkat saya mulai maju di perlombaan daerah, saya diterima di akademik dan tangan saya berhenti menggambar. Saya ingat dulu saya menggambar sampai jam 4 pagi, lalu jam setengah 7 sudah bersekolah, saya tidak pernah ngantuk atau kelelahan. Padahal kalau sekarang, kerja, lalu pulang masih membawa lemburan, jangankan sampai jam 4 pagi, saya kerjakan sampai jam 1 pagi saja besoknya dah tepar. Bukan karena dulu saya masih muda, tetapi karena dulu saya melakukannya dengan senang. Menggambar, mendesain adalah kesukaan saya...dulu. Adobe photoshop, movie maker, buku gambat dan pensil adalah mainan saya. Saya tak pernah lelah, tak pernah mengeluh meski karya saya dikritik, atau bahkan gagal juara, karena saya suka pekerjaan saya. Saya tak pernah peduli orang mau ngomong apa, itu buatan saya, itu gaya saya, kebanggaan saya. Saya lupa kapan terakhir kali saya bersenang-senang seperti itu. Sekarang saya sudah kagok main photoshop, makanya saya heran kenapa sekarang saya ngga kreatif ya?

Lalu saya berjalan melewati toko aquarium. Dulu saya sempat kepengen jadi peternak ikan. Saat SD bahkan saya berjualan anak-anak mujair. Saya memelihara koki, kelinci, kucing, bebek dsb. Lalu beberapa tahun yang lalu sempat mainan dengan aquascape. Kembali ke pekerjaan, segala kesenangan saya lenyap. Peliharaan saya tak terurus dan akhirnya mati. Tinggal beli lagi? bukan kawan, kesenangan memelihara binatang adalah ketika dia sakit kita bisa merawatnya sampai sembuh.

Saya duduk di sudut cafe dan menikmati kopi sendirian. Apa yang telah saya lakukan? Saya bukannya tidak bersyukur, saya berterimakasih dengan pekerjaan saya yang sekarang. Toh dengan kerjaan ini saya bisa makan dan kebutuhan tercukupi. Saya pun pulang sambil membawa bungkusan berisi kertas gambar, cat air, dan sekantong ikan mas koki mutiara. Cita-cita masa kecil saya tidak gagal, hanya tertunda.