Jumat, 12 September 2014

lyric : Chandelier yang menakjubkan punya Sia


Iseng ngebukain yutub, eh nemu vidklip Sia : chandelier http://www.youtube.com/watch?v=2vjPBrBU-TM
aku cuma bengong nonton videonya. Ini Sia? kok suaranya mirip  anak kecil yang nari-nari ini? ohh ternyata bukan. Videonya aneh. Lalu aku pergi kerja...DAN...beberapa hari lagu itu nyangkut terus di kepalaku. Vokalnya top abis. Soal suara yang bagus tentu hampir semua penyanyi punya, tapi nyanyi pakai hati ngga semua orang bisa. Lagu ini dinyanyikan juga ma orang lain, ya suaranya juga bagus tapi ngga ada feel nya menurutku. Kesan pertama yang aku denger, kayaknya sedih banget, perih banget SIa pas nyanyi lagu ini. Sekilas ini lagu nyampah banget cuma nyritain orang minum alkohol. Tapi sebenarnya ini kisah nya Sia saat menghadapi ketergantungan dari alkoholnya. Like this :

"Chandelier"

Party girls don't get hurt
Can't feel anything, when will I learn?
I push it down, push it down

I'm the one "for a good time call"
Phone's blowin' up, ringin' my doorbell
I feel the love, feel the love

1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink

Throw 'em back 'til I lose count

I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
Like it doesn't exist
I'm gonna fly like a bird through the night, feel my tears as they dry
I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier

But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light, 'cause I'm just holding on for tonight
Help me, I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light, 'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight

Sun is up, I'm a mess
Gotta get out now, gotta run from this
Here comes the shame, here comes the shame

1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink

Throw 'em back 'til I lose count

I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
Like it doesn't exist
I'm gonna fly like a bird through the night, feel my tears as they dry
I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier

But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light, 'cause I'm just holding on for tonight
Help me, I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light, 'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight

On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight
On for tonight
On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight
On for tonight
On for tonight

Aku rasa setiap orang punya 'alkohol' nya masing-masing. Maksudku, 'alkohol' cuma alat buat ngelariin kesedihan, apapun itu,,beberapa orang memilih minum minuman keras, rokok, naik gunung, atau menyibukkan diri di kerjaan buat nglupain kesedihan mereka. Aku ingat punya kakak kelas yang siang ada di sekolah, ada masalah, langsung sorenya naik bis buat muncak ke Lawu, spontan, tanpa persiapan.Aku sendiri juga dulu memilih lari dengan berbuat hal ngga jelas. Ya,,masalah itu bukan buat dihindari, sedih, senang, itulah hidup. Tapi dari masalah kita belajar buat dewasa. 

oh ya, ada hal yang menarik juga dari Sia. Dia ngga pernah ngadepin kamera. Anti tenar katanya. Orang berpikir dia ngga sopan, tampil live tapi membelakangi penonton. Tapi itulah dia. Orang punya pilihan masing-masing. Ada yang berusaha terkenal dengan mencari sensasi, ada juga yang tetap berkarya tapi ngga pengen diliat publik. Sia juga nyiptain lagu diamonds buat Rihanna, kolab bareng David Guetta. Lagu titanium yang jadi soundtrack iklan pasta gigi di radio, kukira Rihanna yang nyanyi, ehh ternyata Sia. 

Anime : belajar dari GINTAMA



Akhir-akhir ini kalau ngga ada kerjaan, aku suka banget nonton Gintama di yutub. Lucuuuuu banget. Tokoh utamanya Gin, samurai kocak yang hidup di jaman yang aneh pula. Ini series ngga ada serius-seriusnya. Ngakak terus. Meski begitu aku dapet banyak dari anime ini terutama tokoh Gin nya,

Berpikir SIMPEL

aku lupa tepatnya episode berapa, dia setuju berpura-pura jadi pacar temannya supaya penguntit temannya itu menyerah. Tapi ternyata penguntit itu ngga nyerah malah nantang duel pake pedang: yang menang berhak dapet cewek itu, yang kalah harus pergi. Jadi deh mereka bertarung di pinggir sungai. Si Gin bilang dia ngga mau pake samurai karena ngga pengen ada yang terluka. Si penguntit ini setuju aja, jadi dia letakkan samurainya di tanah dan berteriak ke kerumunan orang yang menonton mereka pengen pinjam pedang kayu. Gin lalu ngasih dia pedang kayunya, Gin sendiri dapet pinjaman dari anak buahnya. Lalu saat mo mulai pertarungan, penguntitnya dah siap mengayunkan pedang...ternyata pedang kayunya PATAH. lha emang Gin yang nggergaji duluan kok. otomatis GIN yang menang. Penguntit tsb marah marah  bilang ini ga fair, ga ksatria bla..blaa...blaaa. Jawaban Gin :
  1. Bodoh! jangan pernah nrima pedang dari lawan
  2. Bagiku ini pertandingan yang sangat penting, cewek itu sahabatku, ngga mungkin aku nglakuin pertandingan ini tanpa strategi
  3. Kalau kamu benar-benar cinta, kamu ngga akan menjadikan orang yang kamu cintai sebagai bahan taruhan.
  4. Pria dewasa itu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, kalau bisa diselesaikan dengan dibicarakan baik-baik, kenapa harus menggunakan pedang?
Jawaban super jleb itu kontan bikin penguntit itu nyerah. Ah, aku juga nyerah salut kok.Lainnya masih banyak episode keren dari anime ini. tonton sendiri lah, dijamin ngakak ampe sakit perut.

Love ...is giving

Malam ini aku brenti di warung buat bli makan malam. Mas yang jual lagi nglayanin pelanggan yang lain. Bukan makanan mewah sih, yang penting kenyang dan bergizi. Dia jual nasi rames, oseng tempe, teri dsb. Sambil berdiri di depan dagangannya aku ngliat pengunjung yang lain. 

Yang ini beda dari pengunjung yang kebanyakan datang, ambil nasi lalu duduk bersila di atas tikar, makan sambil nikmatin jalanan Jogja. Pengunjung tsb datang menghampiri tempat sampah pojokan. Jelas dia bukan mo bli nasi. Pemulung, kalo orang bilang. Kakek-kakek, kurus, memanggul karung berisi botol plastik, yang biasanya kita buang kalo isinya habis. Yang lainnya pada makan, dia mungkin belum makan dari tadi. Ngga ada orang yang pengen jadi pemulung. Di saat yang lain (yang pada lagi makan) pura-pura ngga ngeliat, dan aku juga lagi bengong ngliatin dia,,,seorang cewek berkaos putih dan celana panjang batik yang sudah selesai membayar ke empunya warung, mendekati dia dan memberikan bungkusan nasi yang baru saja dibelinya. Kakek itu terhenti dan memandangnya. "Pak, niki sekul ngge njenengan, di dhahar nggih,,,(Pak, ini nasi untuk Bapak, dimakan ya)" begitu kira-kira yang kudengar dari cewek itu. Kakek itu mengangguk dan menerima bungkusan itu. ngga kedenger ucapan trimakasih dari bapak itu, tapi itu memang yang bukan cewek itu inginkan. cewek itu lalu kembali ke warung dan memesan nasi yang seperti itu lagi untuk dirinya. Kakek itu lalu pergi membawa nasi yang masih hangat itu. tapi dia ngga pergi jauh, dia duduk di dekat warung, tersembunyi di trotoar dan memandang lagi cewek itu yang pergi dengan motornya. Cewek itu tersenyum dan mengangguk ramah pada kakek itu. Ya, cuma bahasa mata..karena kakek itu juga ngga mengalihkan pandangannya dan dia juga membalas senyumannya.

Aku melanjutkan perjalananku dengan motor sambil mengingat kejadian itu. Cinta ngga perlu diomongin. Cinta itu ngasih, titik! Kayak di warung tadi, apa cuma cewek itu yang ngliat kakek pemulung? engga lah, yang laen yang pada makan juga liat. Tapi cuma satu yang gerak dan ngasih. Biarpun dia pemulung, dia juga manusia, sama seperti kita. Aku jadi sangat bersyukur aku bisa makan dan tidur di tempat yang hangat. Aku ngga munafik, sering ngebuang makanan, mungkin di saat aku bingung milih menu apa di restoran, saudaraku yang lain bingung ngga makan berhari-hari. Di saat aku percaya dunia ini kejam, malam ini aku ngliat cinta.