Sabtu, 04 Juli 2015

Lucy si ikan mas koki



Entah kenapa dari dulu aku hobi banget ma ikan mas koki. Bahkan sesudah segede (setua) ini. Kayaknya ini ngga lepas dari memori aku semasa kecil dulu, jaman TK kalo ngga salah, diajak Bokap ke pasar ikan. Pulangnya beli beberapa ikan mas koki. Ampe rumah Cuma ditaroh toples. Hari demi hari mati satu-satu deh. Yah, namanya juga aku masih kecil. Ma ortu juga ngga diajari cara ngerawat yang benar. Waktu itu tinggal satu ekor, aku lepasin di kolam lele. Yup, L-E-L-E. ada kolam lele lumayan besar di belakang rumah. Siapa tau mas koki bisa berteman dengan lele. Kalo ngga salah jenisnya yang mas koki hitem mata teleskop deh. Then, a couple day, mas koki itu selalu berenang di permukaan. Aku waktu itu udah ngebayangin mau di masak apa ya ikan itu. Hehe, masih kecil (kata ini disebut lagi), taunya makan aja. Sebenarnya ikan itu hidup kok. meski ga mau makan pelet.lalu suatu hari aku main-main ngejaring ikan itu, jaring lepasin jaring lepasin. Ikan itu ga mberontak layaknya ikan waras. Mungkin dia bosan hidup, ehh,,,besoknya tewas.

Lalu pas udah kerja (udah ngga kecil lagi ya), pas jalan-jalan ke toko ikan tertarik lagi deh. Beli mutiara (ini jenis ikan mas koki yah). Beli yang paling kecil dulu, dengan harapan bisa nggedein se bola tenis. Ini ikan yang bikin aku penasaran. Bentuknya bola dan sisiknya kayak mutiara, jadilah disebut ikan mas koki mutiara. Jangan tanya nama latinnya, peduli amat toh aku ngga bakal mempelajari taksonominya. Di taroh di akuarium, di dalam kamar tidur. Bikin cepet tidur loh, halah! Pemandangannya bagus banget aja kalo mo tidur, dengan lampu LED dan Lucy yang menari-nari (sebenarnya sih Cuma berenang-renang doang karena ngga ada kerjaan lain). Lucy kulatih biar makan dari tanganku. Makan dari tangan lho ya, bukan makan tanganku. Training dengan makanan itu selalu berhasil. Percayalah, udah kupraktekin ke hamster, anjing, guppy, molly, terakhir ke louhan. Nah yang terakhir itu bikin berdarah-darah deh. Jangan dicoba di rumah ya, tapi dicoba di toko ikan. Hehe.

Tiap aku pulang Lucy selalu berenang ribut. Kayaknya dia kangen banget ma aku, ee,,kemungkinan karena aku kurang ngasih pakan sebelum berangkat kerja sih. Lucy selalu makan dari tangan. Lucyyyyuuu banget. Tapi umur Lucy ngga panjang. Suatu hari entah kenapa dia tewas. Aku sedih, yahh lumayan sedih deh. Secara Lucy kan dah lama. Maksudku sampe ngobatin segala. Yang parasit lah, jamur lah. Lucy selalu bisa bertahan tapi kenapa tiba-tiba dia mati. Apa kena serangan jantung? Entahlah, apa kangen danau luas ya.
Kayaknya faktor air deh. Ikan mas koki sangat rentan banget nget sama air. Aku pake air hujan. Kirain ini air alami. Tapi kayaknya air hujan lagi asam-asamnya. Setelah Lucy tewas, aku belajar dari kebodohanku. Ternyata memang air hujan ngga baik buat ikan. Yahh..

Sampai sekarang masih males melihara ikan lagi. ntar lah kalo dah pindah (kapan ya aku bisa pindah dari tempat ini?). Air di daerahku kualitasnya jelek. Sekarang malah akuariumku diisi kura-kura semi aquatic. 

Btw, suatu saat aku pengen melihara lagi, nggedein biar bisa segede bola tenis. Hihi…

Minggu, 28 Juni 2015

lyric : give me love punya Ed Sheeran (the best broken heart theme song)


Give me love like her,
'Cause lately I've been waking up alone,
Paint splattered teardrops on my shirt,
Told you I'd let them go,

And that I'll fight my corner,
Maybe tonight I'll call ya,
After my blood turns into alcohol,
No, I just wanna hold ya.

Give a little time to me or burn this out,
We'll play hide and seek to turn this around,
All I want is the taste that your lips allow,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, give me love,

Give me love like never before,
'Cause lately I've been craving more,
And it's been a while but I still feel the same,
Maybe I should let you go,

You know I'll fight my corner,
And that tonight I'll call ya,
After my blood is drowning in alcohol,
No, I just wanna hold ya.

Give a little time to me or burn this out,
We'll play hide and seek to turn this around,
All I want is the taste that your lips allow,
My, my, my, my, oh give me love,

Give a little time to me or burn this out,
We'll play hide and seek to turn this around,
All I want is the taste that your lips allow,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love.

M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover.

M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover,
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover (love me, love me, love me).

M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover (give me love),
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover (give me love),
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover (give me love, love me),
M-my my, m-my my, m-my my, give me love, lover (give me love).

My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love,
My, my, my, my, oh give me love.

Ngga tau, dah berapa juta kali saya puter lagu ini. Apalagi kalo ngliat vidklipnya di youtube. Bagi saya lagu ini putus asa banget. Seseorang yang berharap menemukan cinta setelah patah hati. Dia mohon dengan sangat kepada kekasihnya yang baru untuk lebih mencintainya. Dulu saya sempat berpikir ini lagu yang nggabisa berpaling dari cinta lamanya. Ternyata setelah saya dengar lagi, well ini lagu move on.

Seseorang yang sangat terluka karena masa lalunya. Dia meminta kekasihnya yang sekarang untuk mencintainya lebih lagi. Tapi dia juga sadar dia butuh waktu sedikit lagi untuk bangkit. Terkadang dia juga berpikir untuk melepaskan kekasihnya yang sekarang ini. Aku tau rasanya...

Learn from Naruto (Road to Ninja)

Oke, kali ini aku mau ngebicarain tentang Naruto. Naruto Uzumaki yang asli. Bukan Naruto, nama kura-kura red eye sliderku tercintah hah hah hah.
Naruto Uzumaki

Yang bilang Naruto tuh cuma tontonan anak itu SALAH BESAR. Filmnya berat, banyak adegan sadis dan banyak juga ajaran tentang hidup. Kayak aku abis nonton movienya yang Road to Ninja, Ugh, masa sih orang se kasar aku bisa mewek gegara film kartun ninja. Tapi itulah kenyataan yang selalu pahit.

Menurut saya filmnya Naruto yang ini lebih ke humannya. Menyedihkan banget. Dunia cermin dimana semua yang kita harapkan betulan ada. Tapi seindah-indahnya mimpi, tetap lebih buruk daripada kenyataan yang pahit. Harapannya Naruto yang punya keluarga atau Sakura dengan Sasuke impiannya. 

Aih mewek deh saya. 

Sabtu, 27 Juni 2015

Meet my Naruto



Dunno why kenapa langsung terlintas ngasih nama ‘Naruto’ ke kura-kura saya. Mungkin karena beberapa hari ini lagi hobi nonton Naruto. Relate lainnya Naruto -> Ninja ->Kura-kura Ninja -> Kura-kura Naruto . Aduh, lupakan deh.

Ceritanya suatu pagi aku ngebuka instagram. Nyasar nyasar nyasar ke instagramnya ke akun seorang design graphic. Dia sering banget bikin foto ma kura-kuranya. Aku ngga pernah ekspek kalo kura-kura diajakin ke pantai, diajakin jalan-jalan kemana aja. Itu bukan masalah kalo kura-kuramu masih bayi-yi-yi. Tapi dari situ rasa pengen saya muncul.

Yap, sebenarnya sih udah muncul sejak lama ya. Dari jaman masih seragam biru tua (SMP maksudnya,,bukan buruh pabrik kain!). Waktu itu belum kesampaian karena kondisi ekonomi daku: buat beli makan sendiri aja syusyah apalagi buat beli makanan kura-kura (lupakan soal harga pakan yang Cuma 3500 perak!). Maksud aku, saat itu aku belum bisa bertanggung jawab. Lagian anak tetangga ada yang pelihara kok, jadi kalo pengen main main ma kura-kura tinggal ngelompat pager aja. Then, kura-kura itu pun tewas. Aih.

Lalu jaman berpindah ke aku nya yang udah kerja dengan penghasilan MILYARAN (*belum termasuk dipotong hutang). Iseng nanya orang yang nawarin kura-kuranya di kaskus. Jenisnya Indian star (apa India star ya, sodaraan engga sih sama Jodha Akbar? Atau Indiana Jones star?)—lupa aku. Tapi ngeliat penampakannya bagus sih. Harganya 800ribu Bukkk, buat diameter sekitar 15 cm. Mundurlah aku dengan tidak teratur. Kayaknya aku kalo royal di hewan peliharaan ngga segitunya sih kayak beli kosmetik.

Dengan berbekal ilmu googling setengah kuota, aku berhasil menemukan alasan lain supaya aku ngga melihara kura-kura. Yepp, hewan itu jadi perantara salmonela (ini nama bakteri ya, ngga ada kaitannya sama ikan salmon yang enak dan bergizi itu). Bisa bikin sakit perut kalo ngga cuci tangan abis pegang-pegang dia. juga aku belum nemu : apa enaknya sih melihara sesuatu yang berdarah dingin? Fyuhh, cowok berdarah dingin memang adalah makhluk paling ganteng di film drama Korea : mau sedingin kutub utara deh, dia tetap ganteng maksimal. Tapi katanya dagingnya enak. Out of topic deh.

Ceritanya Rabu sore daripada stres aku jelong-jelong di pasar hewan. Dunno why, kalo itu kegiatan favoritku. Sebenarnya sih kadang malah tambah sedih, ngeliat ada hewan yang ngga terurus disana (percayalah, ini ada banyak). Rasanya ampe : ugh, mending aku adopt aja, biar terlepas dari majikan yang ngga peduli mereka. Tapi duit di dompet berkata lain. Juga anjing, ahh lucu-lucu banget kalo ngeliat anak anjing disana. Meski aku mampu secara finansial (ingat, gajiku MILYARAN*belum dipotong hutang) tapi aku juga sadar diri. Melihara anjing rada repot kalo hidup masih nomaden. Belum lagi aku masih single dan hidup sendiri (kasian ya, tolong kalo punya kakak yang masih single juga, ngga perlu ganteng maksimal, tapi tolong harus seksi minimal. Hubungi nomor saya yang sudah terkenal di HP-HP tukang kredit). Kebayang kalo anjingnya ditinggal sendiri di rumah dan menyalak terus. Kesenengen tetangga di kiri kanan. Aku sih engga ngraguin kesetiaan para doggy. Tapi seringnya aku yang engga setia. Eh, malah ngobrolin anjing.

Ngeliat banyak yang jual kura-kura disana. Akhirnya ngeborong…satu doang. Yang langsung kukasih nama Naruto. 

Aku : Mbak, berapaan si Naruto nya?
Seller : Naruto yang mana?
Aku : oh, maksud saya si kura-kura nya.
Seller : 20ribu doang.
Aku : (seharga 2 liter pertamax) **pura-pura nanyak soal perawatannya, padahal udah full semalaman baca dari internet
Seller : oke, sekalian pakannya? Ma rumahnya mungkin
Aku : oh, engga perlu. Kalo dikasih pakan ikan hias gitu dia mau kan (keinget di rumah masih ada se sack utuh, karena ikan hias yang kubeli pada almarhum sebelum sempat kukasih makan)
Seller : mau. Rumahnya?
Aku : ada akuarium kok di rumah (bekas rumahnya ikan yang mati itu juga. Rasakan kau kura-kura, majikannya aja rumahnya masih ngontrak, kok kepengen beli rumah baru buat kura-kura! Ntarlah aku beliin kalo aku sendiri udah beli perumahan 300jutaan yang harganya selalu naik besok besoknya) *apa sih.
Aku : ngomong-ngomong dia kesepian ngga ya kalo beli satu (alasan pas beli cuman atu, biar engga keliatan ngirit banget)
Seller : ya engga mbak, dia kan soliter

Soliter kayak jenis remi aja. Singkat cerita kura-kura itu harus mengalami mabok darat dulu naik motor yang berguncang guncang ke rumah.

Well ini lah si Naruto. Banyak penjual yang bilang dia jenis kura-kura Brazil. No,no,no. kura-kura Brazil termasuk hewan yang dilindungi dan kalopun dijual di pasar gelap, maksudku di jual di pasar malem-malem lampunya engga dinyalain, harganya akan sangat fantastis. Ini jenisnya RES (Red Eye Slider) berdasar pada garis merah di matanya. persis ma kura-kura ninja deh, kartun jaman aku masih imut. Aku minta yang cowok (engga tau apa bedanya, dipilihin ma yang jual). Ehem, biar ada temen cowok di rumah. Meskipun dia adalah kura-kura (Oh God, why I’m still single!).

Ngerawat hewan apapun pada dasarnya adalah kebersihan dan pakan. You know what, ampe rumah baru sadar kalo pakan ikan hias bergizi itu udah lenyap di makan tikus. Arggh!! Naruto harus puasa dulu ampe besok. Ngga papa ya, itung-itung diet.

Next, bakal di update Naruto bisa apa aja. Harapanku sih dia engga Cuma bisa main game soliter di laptop, tapi juga bisa nyetrika ma masak (memasak maksudnya, bukannya gede terus dimasak). Ngomong apa sih aku ini. Salah sendiri kamu mau baca.


Minggu, 05 April 2015

Say (All I Need) Lyrics by One Republic

Do you know where your heart is?
Do you think you can find it?
Or did you trade it for something
Somewhere better just to have it?


Do you know where your love is?
Do you think that you lost it?
You felt it so strong, but
Nothing's turned out how you wanted


Well, bless my soul
You're a lonely soul
Cause you won't let go
Of anything you hold


Well, all I need
Is the air I breathe
And a place to rest
My head


Do you know what your fate is?
And are you trying to shake it?
You're doing your best and your best look
You're praying that you make it


Well, bless my soul
You're a lonely soul
'Cause you won't let go
Of anything you hold


Well, all I need
Is the air I breathe
And a place to rest
My head


I said all I need
Is the air I breathe
And a place to rest
My head


Do you think you can find it?
Do you think you can find it?
Do you think you can find it?
Better than you had it


Do you think you can find it?
Do you think you can find it?
Do you think you can find it?
Yeah, better than you had it
Better than you had it


I said I all I need
Is the air I breathe
And a place to rest
My head


I said all I need
Is the air I breathe
And a place to rest
My head


Do you know where the end is?
Do you think you can see it?
Well, until you get there
Go on, go ahead and scream it
Just say it


Songwriters
TEDDER, RYAN / FILKINS, ZACK / FISHER, EDDIE / KUTZLE, BRENT / BROWN, ANDREW
Lyric from metrolyrics.com

Ini memang lagu lama. Belakangan saya menemukannya di memory card hp saya yang lama. Lagu yang cocok buat saya saat ini. Bagi saya ini mengingatkan saya untuk bersyukur. Apa sih yang saya cari di hidup saya? Setelah menemukannya pun saya tetap tidak bahagia. Banyak yang saya kejar dan saya dapatkan, saya harap saya menemukan kebahagiaan setelah mencapai tujuan saya, tapi ternyata...

Sabtu, 21 Maret 2015

Memilih Produk Skincare atau Make Up berdasar Rekomendasi Internet

Sekarang, apapun bisa didapat dari internet. Tak terkecuali buat barang-barang cewek. Yahh, gegara internet dan tv, saya kenal ratusan model 'cantik' dari penjuru dunia.Jadi definisi 'sempurna' itu beda di berbagai negara. Pernah saya tanyain anak-anak SD di deket rumah saya, kalo cantik itu yang kayak gimana? Jawabnya bikin saya bengong.

"Yang kayak Oh Ha Ni."
"so,sopo kui?"----siapa itu?
"Pemeran cewek di sinetron korea kalau sore itu lho."
"jadi yang cantik itu kayak gimana?"
"yang kayak orang korea"
"emang orang indonesia ngga cantik?"
"ya cantik sih, tapi yang kayak agnes monica atau yang main penyihir-penyihir cantik itu, pokoknya yang putih"
"emang orang Korea kayak gimana?"
"putih, hidungnya mancung, kulitnya mulus,,,"

kalau anak SD yang lugu aja punya pendapat begitu, apalagi yang cewe-cewek segede kita. Selanjutnya jadi penasaran deh, para artis pake apa...dan dengan internet kita bisa searching brand yang mereka pakai dan dengan gampangnya order online.

Yang namanya order online, masalah utamanya adalah kita engga ngliat barang itu duluan. Beda ma di toko bisa dicolek dan dipake dulu. Jadi trust aja antara pembeli dan penjual di luar nan jauh sono. Beberapa orang kadang mengandalkan situs rating untuk mencari barang yang tepat. Contohnya...ehem saya. MUA atau FD bisa jadi rujukan, apalagi kalau barang yang mo dibeli kelewat mahal. Dari situs tersebut bisa diketahui pengalaman orang-orang yang pernah pake, jenis kulitnya apa (apakah sama dengan kita), kondisi lingkungannya gimana (secara, suatu produk yang sama kalau yang satu dipake di daerah pantai dan satunya di gunung salju jelas beda).

Beberapa kali (hampir selalu sih) saya pake metode ini. Browsing ampe pegal baru mutusin apakah benda itu layak dibeli apa engga. Misal saya pernah memutuskan bli serum dengan harga hampir separuh gaji saya. Kala itu saya semedi dulu. Pantas ngga untuk dibeli? Urgent ngga?----urgent dong, dah ada garis halus nihh!! Ada dananya ngga (ini penting bo, jangan sampe bisa bli bedak tapi ngga bisa bli nasi)----ada, barusan dapet bonus. Nah, kalo gitu pertanyaan selanjutnya, KIRA_KIRA cocok ngga di saya?

Yang namanya skincare atau make up sekalipun pasti cocok-cocokan. Biarpun kamu milih produk dengan rating 100% pengguna di internet cocok dan 99% menyarankan pada temannya, kamu harus mencobanya sendiri. Percayalah, ini pernah terjadi pada saya. Produk rating bagus, bahan bagus, ngga bakal iritasi lah, ngga bakal ini itu lah,,,berakhir di tempat sampah buat saya. Hiks, ngga cocok samsek, oh why?? ya, jawabnya karena kulit orang beda-beda. Makanya pilih selalu dengan kemasan terkecil. Jangan lupa selalu membeli di situs terpecaya. Harga memang ngga pernah berbohong, tapi manusialah yang selalu berbohong. Harga mahal bukan jaminan barang itu asli dan harga yang kelewat murah kemungkinan besar yahh tau sendiri lah. Selalu bandingkan harga produk yang di toko. Ini berlaku untuk skincare luar (misal Korea), karena harga barang di konter dan internet beda jauh. Ya pastikan harga yang wajar aja. Ngga mungkin kalau brand shiseido ngluarin masker seharga sepuluh ribu rupiah.