Sabtu, 07 Juni 2014

Ingat apa cita-cita masa kecilmu?

Apakah pekerjaan yang kamu miliki sekarang sesuai cita-citamu?

Di tengah-tengah padatnya rutinitas, suatu ketika saya berhenti, menarik nafas dan tersadar...saya terlalu sibuk. Saya pulang, mandi dan berdandan sebaik mungkin, bukan untuk bertemu orang tetapi untuk diri saya sendiri. Ya, saya bahkan lupa kapan terakhir saya berdandan untuk diri saya sendiri. Karena semua serba terburu-buru. Saya pakai baju favorit saya, one piece yang hampir-hampir tak pernah saya keluarkan dari lemari. Bukan karena saya sayang memakainya tetapi karena saya tidak punya acara santai untuk bisa memakainya!

Saya hentikan motor saya di depan toko buku dan berjalan-jalan menyusuri buku. Tidak ada yang saya beli. Tapi di depan rak alat lukis, hati saya diam. Dulu, cita-cita saya adalah menjadi komikus. Sewaktu SMA saya senang karya saya muncul di mading dan majalah sekolah. Lalu saat komik singkat saya mulai maju di perlombaan daerah, saya diterima di akademik dan tangan saya berhenti menggambar. Saya ingat dulu saya menggambar sampai jam 4 pagi, lalu jam setengah 7 sudah bersekolah, saya tidak pernah ngantuk atau kelelahan. Padahal kalau sekarang, kerja, lalu pulang masih membawa lemburan, jangankan sampai jam 4 pagi, saya kerjakan sampai jam 1 pagi saja besoknya dah tepar. Bukan karena dulu saya masih muda, tetapi karena dulu saya melakukannya dengan senang. Menggambar, mendesain adalah kesukaan saya...dulu. Adobe photoshop, movie maker, buku gambat dan pensil adalah mainan saya. Saya tak pernah lelah, tak pernah mengeluh meski karya saya dikritik, atau bahkan gagal juara, karena saya suka pekerjaan saya. Saya tak pernah peduli orang mau ngomong apa, itu buatan saya, itu gaya saya, kebanggaan saya. Saya lupa kapan terakhir kali saya bersenang-senang seperti itu. Sekarang saya sudah kagok main photoshop, makanya saya heran kenapa sekarang saya ngga kreatif ya?

Lalu saya berjalan melewati toko aquarium. Dulu saya sempat kepengen jadi peternak ikan. Saat SD bahkan saya berjualan anak-anak mujair. Saya memelihara koki, kelinci, kucing, bebek dsb. Lalu beberapa tahun yang lalu sempat mainan dengan aquascape. Kembali ke pekerjaan, segala kesenangan saya lenyap. Peliharaan saya tak terurus dan akhirnya mati. Tinggal beli lagi? bukan kawan, kesenangan memelihara binatang adalah ketika dia sakit kita bisa merawatnya sampai sembuh.

Saya duduk di sudut cafe dan menikmati kopi sendirian. Apa yang telah saya lakukan? Saya bukannya tidak bersyukur, saya berterimakasih dengan pekerjaan saya yang sekarang. Toh dengan kerjaan ini saya bisa makan dan kebutuhan tercukupi. Saya pun pulang sambil membawa bungkusan berisi kertas gambar, cat air, dan sekantong ikan mas koki mutiara. Cita-cita masa kecil saya tidak gagal, hanya tertunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar